Sunday, February 25, 2007

ARTIKEL ILMIAH, SEBUAH URAIAN SISTEMATIKA[1])

Encik Akhmad Syaifudin[2])

Tenaga edukatif di perguruan tinggi mengemban kewajiban (dharma) yang tiga (Tri Dharma Perguruan Tinggi), yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penelitian, serta penyusunan artikel ilmiah yang berbobot, yang tergambar dalam komposisi angka kredit tenaga edukatif, sebagaimana yang disahkan dalam Kepmenkowasbangpan RI no: 38/KEP/MK/ WASPAN/ 8/1999. Angka kredit yang besar diberikan kepada penelitian yang diinformasikan dalam artikel ilmiah yang terakreditasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas RI. Hal ini adalah sebuah konsekuensi logis bahwa dalam sebuah majalah ilmiah yang memiliki wibawa ilmiah yang tinggi tentu terdapat proses seleksi dan penyuntingan yang sangat hati-hati, agar luaran dari majalah ilmiah itu benar-benar dapat dipertanggung-jawabkan, baik oleh penulis maupun para mitra bestari. Dengan status terakreditasi dari Dirjen Dikti Depdiknas RI, sebuah majalah ilmiah memiliki wibawa ilmiah yang tinggi. Untuk menembus seleksi dan penyuntingan sebuah majalah ilmiah diperlukan kesabaran, ketelitian, wawasan ilmiah, waktu, tenaga, dan biaya. Mengingat hal itu semua adalah sebuah beban, maka sudah selayaknya beban ini menjadi perhatian agar tidak semata-mata menjadi sebuah syarat formal kenaikan pangkat tenaga edukatif, melainkan lebih mengarah kepada nilai manfaat, minimum bagi penulis dan sejawat profesi, dan lebih diharapkan bermanfaat kepada masyarakat luas.

Artikel ilmiah yang dapat diterima redaksi majalah ilmiah disyaratkan memiliki bentuk, struktur, dan sifat tertentu. Oleh karena itu, penulisannya harus mengikuti pola, teknik, dan kaidah-kaidah yang tertuang dalam petunjuk penulisan pada setiap majalah ilmiah. Selain itu, ada penciri yang senantiasa dipertahankan konsistensinya oleh majalah ilmiah yang bersangkutan, dan secara umum, berlaku pula etika profesi dan etika ilmiah dalam penulisan majalah ilmiah ini. Dalam uraian berikut, akan dibahas dua bentuk artikel ilmiah yang biasa disajikan dalam majalah ilmiah, yaitu hasil pemikiran, dan hasil penelitian.

ARTIKEL ILMIAH HASIL PEMIKIRAN

Artikel ilmiah hasil pemikiran adalah hasil pemikiran penulis atas suatu masalah yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Masalah adalah kesenjangan antara das sein dan das sollen. Dalam metode ilmiah, eksistensi masalah merupakan pokok pengkajian ilmiah masalah itu. Setelah menetapkan masalah, diperlukan sumber-sumber acuan yang relevan terhadap masalah tersebut. Sumber ini berupa hasil-hasil pemikiran yang relevan, hasil-hasil penelitian terdahulu baik yang sejalan maupun yang bertolak belakang dengan permasalahan, serta teori-teori yang diperoleh dari buku-buku teks.

Artikel hasil pemikiran bertumpu pada pendapat atau pendirian penulis, tentang masalah yang dibahas. Sumber-sumber acuan yang dikutip bukan sekedar tempelan, atau sekedar untuk memanjangkan teks tulisan tersebut, namun pendapat dari sumber itu dibahas, dianalisis, dan dikembangkan oleh penulis sampai menghasilkan hasil pemikiran yang analitis dan kritis. Artikel hasil pemikiran disajikan dengan unsur-unsur pokok berupa Judul, nama penulis, abstrak, kata kunci, pendahuluan/pengantar, bagian inti/pembahasan, kesimpulan, penutup, serta Daftar Acuan/Pustaka.

Judul

Judul merupakan abstraksi tertinggi sebuah artikel ilmiah, dan dari judul orang menangkap esensi artikel. Judul yang baik menggunakan sesedikit mungkin kata-kata, namun tidak juga karena pendeknya sampai-sampai membuat bingung pembaca, misalnya “Studi Anggrek Alam Kalimantan” adalah membingungkan pembaca. Apakah studi yang dilakukan mengenai kelimpahan, ekologi, ekonomi, teknik perbanyakan, kendala pengembangan, belum dapat dibaca dari judul itu. Judul ini perlu dilengkapi, misalnya “Studi anggrek alam Kalimantan, sebuah pendekatan ekologi” yang menunjukkan arah maupun cakupan artikel itu. Sebaiknya, hindari juga membuat judul yang terlalu panjang, misalnya “Morfologi bahasa Kutai pada Tiga Wilayah Sebaran Bahasa Kutai di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur” di mana judul ini masih cukup informatif bila dipendekkan dengan “Morfologi bahasa Kutai pada Tiga Wilayah Sebaran Bahasa Kutai”

Judul sebuah artikel hasil pemikiran hendaknya lebih menggigit. Artinya, judul itu dapat mengugah rasa ingin tahu pembaca hingga menelaah isi artikel. Penelaahan ini menghantar diskusi, analisis, argumentasi, sintesis pendapat para ahli atau pemerhati masalah tersebut.

Nama Penulis

Nama penulis ditulis lengkap tanpa gelar akademik. Nama yang menyandang gelar kebangsawanan atau keagamaan boleh disertakan. Jika terdapat lebih dari satu penulis, ketua peneliti ditulis didepan, sedangkan anggota-anggotanya ditulis berurutan, namun ada pula sumber yang menyebutkan bahwa nama penulis berikutnya ditulis pada catatan kaki. Hal ini sangat tergantung pada petunjuk penulisan majalah ilmiah.

Abstrak dan Kata Kunci

Abstrak adalah ringkasan suatu artikel yang mengandung semua informasi yang diperlukan pembaca untuk menyimpulkan uraian artikel. Dari membaca abstrak, dapat diambil keputusan apakah pembaca akan membaca seluruh artikel atau tidak. Informasi yang terkandung dalam abstrak adalah tujuan penelitian atau penulisan, metode/pelaksanaan penelitian atau pengkajian, hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian atau analisis dan sintesis penting atas pendapat dari sumber-sumber acuan, serta signifikansi/nilai manfaat penelitian atau pemikiran tersebut.

Abstrak biasa disertai dengan kata kunci, yaitu istilah-istilah yang mewakili ide-ide atau konsep-konsep dasar yang terkait dengan ranah permasalahan yang dibahas dalam artikel. Berikut adalah contoh abstrak dan kata kunci.

ABSTRACT

The study discuss Puritans migration process and religious intolerance toward people of difference divinity in American society, particularly in 19th and 20th century.

This study employs library research in which the data were gathered from some source: book, journals, novels, films, and internet. Besides, this study was conducted under interdisciplinary approach such as historical, cultural, sociological, and micro to macro.

The result of this study shows that the migration of Puritan society occurred because they opposed absolute power of government and church. Having settled in Massachusetts, America in order to find the religious freedom, the Puritan started to exploit other’s religious freedom. Thus, the Puritan democracy left in paradox.

Hawthorne and Miller criticized the Puritan through their literary work. The Puritan hunted, exiled, executed people who did not have the same belief as they were. This kinds of ethic were against American’s democracy, equality, and freedom as written in the Declarations of Independence.

Hawthorne and Miller also interpreted that religious behaviour; everyone has a difference belief althought it’s in the same religions. Thus the puritan intolernce indicated they tyranny behaviour in the states which appreciate democracy and freedom for human being as a God creation.

Keywords: Puritan- religious intolerance.

(Musa, D. Th., et al. 2004. Intoleransi Kaum Puritan Pada Masa Kolonial di Amerika : Ditinjau dari Film The Scarlet Letter dan The Crucible. Humanika 17 (1) ).

Pendahuluan

Bagian ini mengundang pembaca kepada hal yang berkaitan langsung dengan uraian di dalam artikel selanjutnya. Kandungan yang ditonjolkan di pendahuluan adalah hal-hal yang kontroversial atau yang belum tuntas dibahas pada artikel-artikel yang telah dipublikasikan terdahulu. Pendahuluan hendaknya diakhiri dengan rumusan singkat tujuan penulisan artikel itu. Berikut ini contoh pendahuluan.

Dalam rangka mencapai swasembada kedelai yang diharapkan tercapai pada akhir Pelita VI (tahun 1998/99), maka pemerintah sejak tahun 1986 sampai tahun 1994 telah menetapkan berbagai kebijaksanaan dan program untuk mendukung upaya peningkatan produksi kedelai melalui peningkatan produktivitas. Saat ini produktivitas kedelai masih rendah (sekitar 1,2 t/ha). Dengan penerapan teknologi budidaya maju maka produktivitas dapat ditingkatkan hingga mencapai 2,0 t/ha………..

Di Indonesia, pertanaman kedelai biasanya ditanam di lahan sawah dan lahan kering. Pola tanam kedua lahan tersebut berbeda……………… Dengan adanya perbedaan ini maka penanaman kedelai akan berbeda sesuai dengan tipe lahan, pola tanam, jenis tanah serta iklim………

Makalah ini menguraikan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan terutama di Balittan Bogor, yang diharapkan dapat digunakan untuk menunjang peningkatan produksi tanaman kedelai. (Sunarlim,N. 1997. Perbaikan Teknik Budi Daya Tanaman Kedelai. Bull. AgroBio 1(2) : 21-32).

Alur pemikiran penulis yang mengundang perhatian pembaca terlihat pada alinea pertama dan ke dua, yaitu dengan menunjukkan beda produktivitas teknologi lama dan baru, serta beda pola penanaman, yang berakibat pada perbedaan hasil. Berdasarkan rumusan pada akhir pendahuluan dapat diperoleh gambaran bahwa artikel itu dapat menjadi acuan dalam rangka peningkatan produksi kedelai. Meskipun penulis yakin akan bobot tulisannya, nampak penulis cukup hati-hati menyampaikan peruntukan artikel itu, yang dikemukakan dengan kalimat sederhana namun tegas dan tidak terkesan bombastis. Hal ini perlu diperhatikan, bahwa isi artikel ilmiah bukan komoditas yang perlu dijual.

Bagian Inti

Hakikat dari inti adalah analisis dan argumentasi yang kritis dan menunjukkan sikap dan pendirian penulis terhadap masalah yang dibahasnya, yang dibandingkan dengan sumber-sumber acuan terpilih. Sistematika dari inti adalah runtut dan disusun sedemikian rupa supaya pembaca memahami alur pemikiran penulis, dengan menunjukkan mantik (logika)nya. Berikut ini sebuah kutipan bagian inti.

Dikatakan bahwa bernyanyi adalah pekerjaan yang memalukan dan tidak biasa bagi orang Pakpak. Kalaupun harus bernyanyi tidak dilakukan secara bersama-sama. Hanya pada saat menidurkan anak (mengorih-orihken anak), atau saat menyajikan ceritera rakyat (nangan sukut-sukutan), ataupun waktu mengambil kemenyan (merkemenjen) di hutan. Jika ada orang bernyanyi, maka orang tersebut akan dicela dan menjadi olok-olokan (rehe) masyarakat, dan akan menjadi sangat memalukan apabila seorang pria bernyanyi di dekat atau bersama-sama dengan perempuan (merende rebekken dekket perempuan), sebagaimana disebutkan berikut ini. “Asa lot ngo kalak mengerehe mendahi kalak simerendehi. Terlebih merende rebekken dekket perempuan” (Demikianlah orang-orang pun akan memberi cemooh ataupun ejekan kepada mereka-mereka yang bernyanyi, terutama apabila bersama-sama dengan perempuan. (Naiborhu, T et.al. 2004. Ende-ende Merkemenjen: Nyanyian Ratap Penyadap Kemenyan di Hutan Rimba Pakpak-Dairi, Sumatera Utara. Humanika 17 (1) 85-105.)

bandingkan dengan

Mula-mula ilmu ekonomi (Neoklasik) dikritik pedas karena telah berubah menjadi ideologi (Burk. dalam Lewis dan Warneryd, 1994: 312-334), bahkan semacam agama (Nelson: 2001). Kemudian pertanian dijadikan bisnis, sehingga utuk mengikuti perkembangan zaman konsep agriculture (budaya bertani) dianggap perlu diubah menjadi agribusiness (bisnis pertanian). Maka di IPB dan UGM tidak dikembangkan program S2 Pertanian, tetapi lebih dikembangkan program Magister atau MM Agribisnis, yang jika diteliti substansi kuliah-kuliahnya hampir semua berorientasi pada buku-buku teks Amerika 2 dekade terakhir yang mengajarkan ideologi atau bahkan mendekati “agama” baru bahwa “farming is business”. Mengapa agribisnis? Ya, agribisnis memang diangggap lebih modern dan lebih efisien karena lebih berorientasi pada pasar, bukan hanya pada “komoditi yang dapat dihasilkan petani”. Perubahan dari agriculture menjadi agribisnis berarti segala usaha produksi pertanian ditujukan untuk mencari keuntungan, bukan untuk sekedar memenuhi kebutuhan sendiri termasuk pertanian gurem atau subsisten sekalipun. Penggunaan sarana produksi apapun adalah untuk menghasilkan “produksi”, termasuk penggunaan tenaga kerja keluarga, dan semua harus dihitung dan dikombinasikan dengan teliti untuk mencapai efisiensi tertinggi (Mubyarto dan Awan Santosa. 2003. Pembangunan Pertanian berkelanjutan (Kritik terhadap Paradigma Agribisnis). Jurnal Ekonomi Rakyat th. 2 no. 3. website : http//www.ekonomirakyat.org)

bagaimana gambaran yang ada dalam pemikiran anda?

Artikel hasil pemikiran merupakan rangkuman banyak pendapat, oleh karenanya, keterlibatan banyak acuan (referensi) hendaknya menjadi perhatian. Artikel ini sebenarnya tidak secara detail menunjukkan pemecahan masalah, namun lebih menunjukkan kepada pembaca seberapa jauh perkembangan dan kemajuan penelitian yang telah dilakukan oleh orang lain terhadap masalah itu. Banyaknya acuan yang diambil sesungguhnya akan memberikan rasa aman kepada penulis bahwa pendirian yang diambilnya tidak spekulatif. Akan tetapi sekali lagi bahwa hendaknya naskah tidak terdiri hanya atas cuplikan acuan yang ditempel di sana-sini (cut and paste), namun hanya acuan yang memang benar-benar relevan yang digunakan.

Penutup atau Kesimpulan

Apa yang diuraikan di dalam bagian inti biasanya ditegaskan kembali ikhtisarnya dalam kesimpulan. Ikhtisar ini pada dasarnya adalah pendirian penulis yang telah beralasan. Ada juga penulis yang menyampaikan saran-saran sebagai pendirian alternatif. Kesimpulan ini menunjukkan beberapa butir penyelesaian masalah yang menurut penulis sesuai untuk diterapkan. Berikut ini alinea kesimpulan.

Penanaman kedelai di lahan sawah berbeda dengan penanaman di lahan kering seperti pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, dan pengairan walaupun ada persamaanya seperti pengendalian hama. Dengan adanya perbedaan dan persamaan ini maka pembuatan paket teknologi tidak dapat dibuat secara umum. Demikian pula respon tanaman kedelai berbeda di tiap lokasi dengan perbedaan jenis tanah, iklim, dan sebagainya maka paket teknologi perlu spesifik lokasi. (Sunarlim,N. 1997. Perbaikan Teknik Budi Daya Tanaman Kedelai. Bull. AgroBio 1(2) : 21-32).

Daftar Acuan/Pustaka

Daftar Acuan/Pustaka ditulis berdasarkan petunjuk penulisan yang dikeluarkan oleh majalah ilmiah yang bersangkutan. Kebanyakan majalah ilmiah membuat pola yang tidak jauh berbeda, sehingga tidak menyulitkan penulis. Yang perlu mendapat perhatian adalah teknik penulisan sumber acuan yang mencirikan jenis acuan itu. Jenis acuan umumnya adalah artikel dalam majalah ilmiah/jurnal, artikel dalam majalah, buku (termasuk bulletin, laporan, terbitan berseri), proceeding, artikel dalam buku, disertasi/tesis/skripsi, serta edisi online dan update. Teknik menulis sumber seperti ini telah dipelajari pada kuliah-kuliah metode penelitian.

ARTIKEL ILMIAH HASIL PENELITIAN

Isi majalah ilmiah yang paling dominan adalah artikel ilmiah hasil penelitian. Prinsip menyusun artikel ilmiah yang bersumber dari sebuah laporan hasil penelitian adalah penataan ulang tulisan sedemikian rupa sehingga kompak (padat), dan menampilkan semua aspek penting penelitian. Dengan demikian ini merupakan sebuah pekerjaan yang baru, yang berbeda dari menyusun laporan aslinya. Ada kalanya penulis merasa perlu memecah laporan asli menjadi beberapa artikel, misalnya dari sebuah tesis, atau disertasi yang pada tulisan aslinya terdiri atas beberapa sub bab, kemudian dipecah menjadi beberapa artikel, dimana tiap judul artikel merupakan judul sub bab dari tesis atau disertasi tersebut. Hal ini dimungkinkan karena biasanya tesis atau disertasi merupakan sebuah studi yang komprehensif, dan hasilnya tentu saja mencakup pemecahan masalah secara mendalam.

Bagian dari artikel ilmiah hasil penelitian terdiri atas judul, nama penulis, abstrak dan kata kunci, pendahuluan, bahan dan metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan saran, Daftar Acuan/Pustaka.

Judul

Pada dasarnya judul artikel hasil penelitian tidak berbeda dibandingkan dengan judul artikel hasil pemikiran, ditinjau dari efisiensi penggunaan kata. Hal yang membedakan adalah tergambarnya variabel-variabel penelitian di dalam judul.

Nama Penulis

Penulisan nama penulis untuk artikel hasil penelitian tidak berbeda dengan artikel hasil pemikiran.

Abstrak dan Kata Kunci

Artikel hasil penelitian memuat abstrak yang secara ringkas mengemukakan masalah dan tujuan penelitian, metode yang digunakan dan hasil penelitian Kata kunci menggambarkan ranah masalah yang diteliti, dan sering tercermin dari variabel-variabel penelitiannya. Berikut ini contoh abstrak dan kata kunci artikel hasil penelitian.

A detailed study was conducted to find out the efficacy of Pseudomonas fluorescens on fusarium wilt pathogen in banana rhizosphere. All the strains of P. fluorescens isolated from banana rhizosphere had significant inhibitory action on the growth of Fusarium oxysporum f.sp. cubense. Among the strains, Pfm of P. fluorescens had higher inhibitory action while comparing with other strain. Talc formulation of Pfm of P. fluorescens was prepared and applied in three month old banana plants to study their efficacy on fusarium wilt disease. After three month of inoculation, Pfm of P. fluorescens inoculated at 10 and 15 g plantG showed 1 lesser vascular discoloration index than the control. To study the rhizosphere colonizing ability in banana rhizosphere against fusarium wilt disease, a rifampicin resistant strain of Pfm of P. fluorescens was developed. The banana plants inoculated with a rifampicin resistant strain of Pfm of P. fluorescens showed gradual increase in population of P. fluorescens in the rhizosphere over the period of time upto 60 days after inoculation. The extracts of soil inoculated with rifampicin resistant strain of Pfm of P. fluorescens at 10 g plant G showed 1 significant reduction in spore germination of F. oxysporum f.sp. cubense. Gradual increasing in the reduction of spore germination was observed in the soil extracts over the period of inoculation upto 60 days after inoculation. Similarly, the filter paper dipped in extracts of soil had higher inhibition of growth of F. oxysporum f.sp. cubense at 60 days after inoculation.

Key words: Fusarium wilt, banana, Pseudomonas fluorescens, vascular discoloration, rhizosphere colonization

(Saravanan, T., M. Muthusamy dan T. Marimuthu. 2004. Effect of Pseudomonas fluorescens on Fusarium Wilt Pathogen in Banana Rhizosphere. J. Biol. Sci. 4 (2) :192-198. )

Pendahuluan

Bagian ini berisi uraian masalah penelitian, wawasan penulis, dan model pemecahan masalah. Uraian dari pendahuluan hendaknya mampu menjawab mengapa penelitian itu dilakukan, sampai dimana pengertian orang tentang masalah tersebut, apa hipotesis masalah itu menurut anda. Sejauh yang dibaca orang, ide tentang permasalahan muncul dan terbanyak bersumber dari acuan. Oleh karenanya, hipotesis merupakan ide anda sendiri. Berikut ini contoh pendahuluan.

Pertambangan batu bara merupakan salah satu dari kegiatan pertambangan bahan galian. Di Indonesia mempunyai jumlah cadangan batu bara yang cukup besar. Sebagai sumberdaya energi, batubara memiliki nilai yang strategis dan potensial untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan energi dalam negeri.

Kegiatan penambangan batubara terbuka cenderung akan menimbulkan kerusakan lahan dari empat aspek, yaitu bentuklahan, tanah, vegetasi, dan hidrologi. Proses pengelupasan lapisan penutup bahan tambang (batubara) akan menyebabkan hilangnya vegetasi alami, perubahan bentuklahan menjadi bentuklahan bentukan manusia. Perubahan bentuklahan ini selanjutnya menyebabkan perubahan tata air dan proses pembentukan tanah. Tanah akan mengalami proses perusakan horison (haploidisasi) atau kembali manjadi tanah muda (entisolisasi).

Kerusakan lahan di atas memang tidak dapat dielakkan karena merupakan konsekuensi dari upaya penggalian batubara...........

(Septiana, M. et al. 2003. Sifat-sifat Tanah di bawah Naungan Sengon (Paraserianthes falcataria) pada Lahan Reklamasi Tambang Batubara di Kecamatan Paringin Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan. Teknosains 16A (3) 429 – 437).

Bahan dan Metode

Isi bagian ini merupakan uraian bagaimana penelitian dilakukan. Uraian tentang bahan meliputi materi yang habis pakai dalam penelitian dan materi yang dapat digunakan berulang. Uraian tentang metode mencakup rancangan penelitian, rancangan percobaan, rancangan analisis, rancangan respons, dan teknik sampling. Diuraikan pula dalam bagian ini langkah demi langkah pelaksanaan penelitian itu.

........ Penelitian menggunakan bibit anggrek Dendrobium dan Phalaenopsis yang berumur enam bulan asal dari botol kultur in vitro, kemudian diaklimatisasi satu bulan. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkapdalam faktorial....................

Bibit ditanam dalam pot-pot yang berisi media arang dan pakis, dalam tiap pot ditanam satu bibit. Pot kemudian diletakkan sesuai dengan denah penelitian (Lampiran 1). Di bawah rak diberi bak air agar udara di sekitar bibit tanaman tetap lembap.

Untuk mencegah serangan hama dan penyakit bibit disemprot dengan ........ dan ...... masing-masing ..... sekali. Penyiraman..........

Pemupukan sebagai perlakuan dalam penelitian ini dilakukan seminggu sekali......

Pengamatan dan pengumpulan data pertumbuhan bibit anggrek dilakukan empat minggu sekali, kecuali jumlah akar yang dihitung pada akhir penelitian. Parameter yang diamati meliputi........................

(Nirmala, R. 2004. Respon Petumbuhan Bibit Anggrek Genus Dendrobium dan Phalaenopsis terhadap Beberapa Jenis Pupuk Daun. Frontir 18 (2) :57 – 63.)

Hasil dan Pembahasan

Dalam bagian ini dimuat hasil (analisis dan interpretasi data), serta pembahasan, yaitu kritik mengenai interpretasi penulis yang mengacu kepada temuan-temuan sebelumnya. Hasil dan pembahasan hendaknya disajikan secara terpadu, karena sistem permasalahan yang dikaji adalah masalah yang utuh. Dari pembahasan dimungkinkan muncul temuan baru yang kemudian dapat dikembangkan menjadi teori baru.

Hasil penelitian disajikan dalam bentuk gambar maupun tabel. Gambar dan tabel biasanya dilampirkan tersendiri di luar teks artikel sewaktu penulis memuat tulisan ke majalah ilmiah.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan harus mengandung informasi bahwa anda telah menguji hipotesis. Beberapa kekurangan dalam penelitian terdahulu telah anda lengkapi dengan metode penelitian anda, dan beberapa masalah dalam penelitian anda dimasukkan ke dalam saran. Ringkasnya, apa yang menjadi rekomendasi penelitian dimasukkan ke dalam kesimpulan, sedangkan apa yang menjadi kendala dan harus dicarikan lagi solusinya dimasukkan ke dalam saran.

Keragu-raguan menyimpulkan hasil penelitian dapat terjadi pada setiap peneliti. Janganlah ragu untuk berdiskusi mengenai berbagai masalah kepada senior anda, sebab rekan anda pasti tidak membiarkan kawannya sendiri membuat kesalahan.

Daftar Acuan/Pustaka

Daftar Acuan/Pustaka ditulis berdasarkan petunjuk penulisan yang dikeluarkan oleh majalah ilmiah yang bersangkutan. Kebanyakan majalah ilmiah membuat pola yang tidak jauh berbeda, sehingga tidak menyulitkan penulis. Yang perlu mendapat perhatian adalah teknik penulisan sumber acuan yang mencirikan jenis acuan itu. Jenis acuan umumnya adalah artikel dalam majalah ilmiah/jurnal, artikel dalam majalah, buku (termasuk bulletin, laporan, terbitan berseri), proceeding, artikel dalam buku, disertasi/tesis/skripsi, serta edisi online dan update. Teknik menulis sumber seperti ini telah dipelajari pada kuliah-kuliah metode penelitian.

PENUTUP

Demikianlah tulisan ini disampaikan, semoga uraian singkat ini bermanfaat dalam rangka meningkatkan jumlah tulisan yang dapat memenuhi persyaratan majalah ilmiah, meningkatkan mutu penelitian tenaga edukatif, dan memberikan rasa percaya diri ilmuwan Indonesia di percaturan ilmiah baik nasional maupun internasional.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, M. 2004. Menembus Jurnal Ilmiah Nasional dan Internasional. Gramedia.

Ibnu, S. .... Anatomi Artikel Hasil Pemikiran dan Artikel Hasil Penelitian. dalam ............ (ed). Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah.

Mubyarto dan A. Santosa. 2003. Pembangunan Pertanian Berkelanjutan (Kritik terhadap Paradigma Agribisnis). J. Ekon. Rakyat th. 2 no. 3. tersedia pada website : http//www.ekonomirakyat.org

Musa, D. Th., I. Alfian, dan Dj. I. Muhni. 2004. Intoleransi Kaum Puritan Pada Masa Kolonial di Amerika : Ditinjau dari Film The Scarlet Letter dan The Crucible. Humanika 17 (1) ).

Naiborhu, T, dan R.M. Soedarsono. 2004. Ende-ende Merkemenjen: Nyanyian Ratap Penyadap Kemenyan di Hutan Rimba Pakpak-Dairi, Sumatera Utara. Humanika 17 (1) 85-105.)

Nirmala, R. 2004. Respon Petumbuhan Bibit Anggrek Genus Dendrobium dan Phalaenopsis terhadap Beberapa Jenis Pupuk Daun. Frontir 18 (2) :57 – 63.)

Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (2005). Pedoman Penulisan Usulan Penelitian dan Skripsi.

Saravanan, T., M. Muthusamy dan T. Marimuthu. 2004. Effect of Pseudomonas fluorescens on Fusarium Wilt Pathogen in Banana Rhizosphere. J. Biol. Sci. 4 (2) :192-198. )

Septiana, M. et al. 2003. Sifat-sifat Tanah di bawah Naungan Sengon (Paraserianthes falcataria) pada Lahan Reklamasi Tambang Batubara di Kecamatan Paringin Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan. Teknosains 16A (3) 429 – 437).

Sunarlim,N. 1997. Perbaikan Teknik Budi Daya Tanaman Kedelai. Bull. AgroBio 1(2) : 21-32.



[1]) Disajikan untuk pelatihan penulisan majalah ilmiah ilmiah staf kopertis.

[2]) Program Magister Pertanian Universitas Mulawarman, Jl. Tanah Grogot no 1. Kampus Unmul Gunung Kelua Samarinda 75123. Telpon/faximile : +62541749313, e-mail: rice_blast@plasa.com

No comments: